Blogger Widgets

Sabtu, 03 Oktober 2015

Buntil

Buntil adalah makanan tradisional Jawa berupa "parutan daging kelapa yang dicampur dengan teri dan bumbu-bumbu, dibungkus daunpepaya, kemudian direbus dalam santan.[1][2] Makanan ini biasa dijajakan di pasar maupun pedagang kaki lima sebagai lauk untuk nasi.
Buntil dideskripsikan sebagai "parutan kelapa dengan ikan teri yang dibungkus daun pepaya"[3], buntil sebenarnya adalah semacambothok yang dibungkus dengan daun muda singkong dan diberi sedikit cairan kuah pedas yang terbuat dari santan. Isinya adalah parutan kelapa yang diberi bumbu. Daun pembungkus yang lain yang sering digunakan adalah daun talas atau daun sente. Berbeda dengan bothok, daun pembungkus pada buntil juga dapat turut dikonsumsi.
Di daerah Laut Tengah (terutama dari Yunani dan Turki) dikenal pula makanan semacam buntil dengan pembungkus daun anggur muda dan diisi dengan nasi.


Kuda lumping

Jenis Kuda Lumping[sunting | sunting sumber]

  • Jaranan Thek Ponorogo
  • Jaranan Kediri, kediri
  • Jaranan sentherewe, Tulungagung
  • Jaranan Turonggo Yakso,Trenggalek
  • Jaranan Buto, banyuwangi
  • Jaranan Dor, Jombang
  • Jaran Sang Hyang, Bali
  • Jathilan Dipenogoro, Yogya dan Jawa Tengah
  • Jathilan Hamengkubuwono, Yogya dan Jawa Tengah

Pagelaran Tari Kuda Lumping

Seorang pemudi bermain kuda lumping
Dalam setiap pagelarannya, tari kuda lumping ini menghadirkan 4 fragmen tarian yaitu 2 kali tari Buto Lawas, tari Senterewe, dan tari Begon Putri.
Pada fragmen Buto Lawas, biasanya ditarikan oleh para pria saja dan terdiri dari 4 sampai 6 orang penari. Beberapa penari muda menunggangi kuda anyaman bambu dan menari mengikuti alunan musik. Pada bagian inilah, para penari Buto Lawas dapat mengalami kesurupan atau kerasukan roh halus. Para penonton pun tidak luput dari fenomena kerasukan ini. Banyak warga sekitar yang menyaksikan pagelaran menjadi kesurupan dan ikut menari bersama para penari. Dalam keadaan tidak sadar, mereka terus menari dengan gerakan enerjik dan terlihat kompak dengan para penari lainnya.
Untuk memulihkan kesadaran para penari dan penonton yang kerasukan, dalam setiap pagelaran selalu hadir para warok, yaitu orang yang memiliki kemampuan supranatural yang kehadirannya dapat dikenali melalui baju serba hitam bergaris merah dengan kumis tebal. Para warok ini akan memberikan penawar hingga kesadaran para penari maupun penonton kembali pulih.
Pada fragmen selanjutnya, penari pria dan wanita bergabung membawakan tari senterewe.
Pada fragmen terakhir, dengan gerakan-gerakan yang lebih santai, enam orang wanita membawakan tari Begon Putri, yang merupakan tarian penutup dari seluruh rangkaian atraksi tari kuda lumping.
Kuda lumping juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu atau bahan lainnya yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda, dengan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya yang di gelung atau di kepang. Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna.
Tarian kuda lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda, akan tetapi beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut. Meskipun tarian ini berasal dari Jawa, Indonesia, tarian ini juga diwariskan oleh kaum Jawa yang menetap di Sumatera Utara dan di beberapa daerah di luar Indonesia seperti di Malaysia ,Suriname, Hongkong, Jepang dan Amerika.
Kuda lumping adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu atau bahan lainnya dengan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya yang di gelung atau di kepang, sehingga pada masyarakat jawa sering disebut sebagai jaran kepang. Tidak satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian ini, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Konon, tari kuda lumping adalah tari kesurupan. Ada pula versi yang menyebutkan, bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah seorang pasukan pemuda cantik bergelar Jathil penunggang kuda putih berambut emas, berekor emas, serta memiliki sayap emas yang membantu pertempuran kerajaan bantarangin melawan pasukan penunggang babi hutan dari kerajaan lodaya pada serial legenda reyog abad ke 8.
Terlepas dari asal usul dan nilai historisnya, tari kuda lumping merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri. Hal ini terlihat dari gerakan-gerakan ritmis, dinamis, dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu, menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah peperangan.
Seringkali dalam pertunjukan tari kuda lumping, juga menampilkan atraksi yang mempertontonkan kekuatan supranatural berbau magis, seperti atraksi mengunyah kaca, menyayat lengan dengan golok, membakar diri, berjalan di atas pecahan kaca, dan lain-lain. Mungkin, atraksi ini merefleksikan kekuatan supranatural yang pada zaman dahulu berkembang di lingkungan Kerajaan Jawa, dan merupakan aspek non militer yang dipergunakan untuk melawan pasukan Belanda.

Jumat, 02 Oktober 2015

Sejarah Singkat SMK Panca Bhakti Banjarnegara

Terbentuk Panitia Pendiri(1971)

Tanggal 13 Maret 1971, terbentuk Panitia Pendiri STM Persiapan Negeri Banjarnegara dengan SK Bupati Kepala Daerah Tingkat II Banjarnegara, (tertanda Sekretaris Daerah : Zaelani), 

STM Persiapan Negeri menjadi STM Pemda (1972 – 1979)
Pada tanggal 15 Pebruari 1972 STM Persiapan Negeri berubah menjadi STM Pemda berdasarkan pada Surat Piagam No. 123/77/STM dari Kanwil Dep. P dan K Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah yang berlaku sebagai surat keputusan pendaftaran ulang sekolah swasta kejuruan se-Jawa Tengah.
Kepala Sekolah I adalah Bapak R. Slamet MT, BE (1971 – 1984)
Wakasek : M. Noor Cholis, BA).

STM Pemda Kabupaten Daerah Tingkat II Banjarnegara (1980 – 1983)

Setelah STM Pemda, pada tahun 1979 dikuatkan dengan SK Bupati Kepala Daerah Tingkat II Banjarnegara (Drs. Soewadji), No. Huk M.B.1/155/5, tanggal : 19 Januari 1979, tentang Penetapan STM Banjarnegara menjadi STM Pemda Kabupaten Daerah Tingkat II Banjarnegara

Berdiri Yayasan Pendidikan Teknologi Panca Bhakti Banjarnegara Tahun 1985
Panitia Pendiri STM Persiapan Negeri (yang telah diberi nama STM Pemda) dengan dasar Surat Kakanwil Depdikbud Propinsi Jawa Tengah No. 1066/I.03/I.1983, Tgl. 19 Mei 1983 yang intinya sekolah-sekolah Pemda yang ada supaya memilih alternative untuk merubah statusnya dari sekolah Pemda menjadi :
a.   Sekolah yang dikelola oleh Yayasan Pendidi kab.
b.   Masuk kedalam yayasan PGRI
c.   Tahun 1985
Pada tahun ini tanggal 23 April 1985 Panitia Pendiri mengambil alternative yang positif dengan mendirikan yayasan dengan nama Yayasan Pendidikan dan Teknologi Panca Bhakti yang tertera pada Anggaran Dasar Pasal 4 ayat 1 dan pasal 5 ayat 1 (Tentang maksud dan tujuan yayasan), dengan akta pendirian Notaris Jusuf Indra Tjahja, SH No. 5 dan sekaligus pada tanggal 1 Juli 1985, secara resmi nama STM Pemda Banjarnegara diganti menjadi STM Panca Bhakti Banjarnegara.


Kepala Sekolah SMK Panca Bhakti dari Masa Ke Masa:


Periode 1971 -1984


Kepala Sekolah              
:
R.Slamet MT,BE (1971 – 1984)
Wakasek
:
M.Noor Cholis,BA (1971 – 1987)
Jurusan/Prodi                
:
Teknik Bangunan



Periode 1985 - 1989


Kepala Sekolah               
:
Drs. Djasri (1985 – 1989)
Wakasek
:
Ahmad (1985 – 1987)
Wakasek
:
Agus Supartono, BA (1988 – 2008)
Jurusan/Prodi                
:
Teknik Bangunan



Periode 1990 - 2008


Kepala Sekolah               
:
Drs. Djasri (1985 – 1989)
Wakasek
:
Ahmad (1985 – 1987)
Wakasek
:
Agus Supartono, BA (1988 – 2008)
Jurusan/Prodi                
:
1.  Teknik Bangunan


2.  Teknik Listrik


3.  Teknik Otomotif



SMK Panca Bhakti Banjarnegara
Tahun 1998 STM Panca Banjarnegara, berubah nama menjadi SMK Panca Bhakti Banjarnegara sampai sekarang
Periode 2009 – sekarang


Kepala Sekolah               
:
Agus Supartono, SH,ST,MM
Waka Kurikulum
:
 Asep Yogaswara, SPd
Waka Kesiswaan
:
Hadi Wiyono, SPd
Waka KIP/HUM 
:
Lintang Rinonce, SPd
Waka Sarpras/ketenagaan
:
Muldiyanto, SPd



Jurusan/ Prodi
:
1. Teknik Gambar Bangunan


2. Teknik Elektronika Industri


3. Teknik Kendaraan Ringan


4. Teknik Komputer dan Jaringan


5. Teknik Sepeda Motor


Tanggal 13 Maret 1971 ditetapkan sebagai tanggal berdirinya SMK Panca Bhakti Banjarnegara 

SMA Negeri 1 Banjarnegara


SMA Negeri 1 Banjarnegara, atau disebut juga sebagai SMANSABARA, adalah sebuah Sekolah Menengah Atas di Kabupaten banjarnegara.

Lokasi

SMA Negeri 1 Banjarnegara terletak di 0,5 km dari barat Alun-Alun Kota Banjarnegara sebagai pusat kota. Didirikan di atas tanah yang strategis di pinggir jalan raya Semarang - Purwokerto. Sekolah ini berhadapan dengan Kantor Perpustakaan DaerahKabupaten Banjarnegara di sebelah utara.

Fasilitas


Gedung utama terdiri dari sebuah gedung yang dibuat pada tahun 1960-an dan direnovasi pada tahun 2014. Di gedung ini terdapat ruang administrasi, ruang guru, ruang kepala sekolah, PAS room, dan kantor satpam. Di sekitar gedung utama terdapat bangunan tambahan yang didirikan sesuai perkembangan sekolah dengan skema yang memaksimalkan luas tanah yang terbatas.
Pada 2014, sekolah ini terdiri dari 29 kelas.
  • Mempunyai 6 Ruang Laboratorium (Lab. Fisika, Lab. Biologi, Lab. Kimia, Lab. Bahasa, Lab. Komputer, dan Lab. Musik).
  • Mempunyai sebuah ruang Perpustakaan.
  • Lapangan olahraga multifungsi (basket, bola voli, tenis lapangan, futsal).
  • Ruang TRRC untuk keperluan sosialisasi, kegiatan Guru dan Karyawan serta kegiatan siswa.
  • Ruang Fitness untuk seluruh warga SMA.

Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan extrakurikuler di SMA Negeri 1 Banjarnegara antara lain:
  1. OSN (Olimpiade Siswa Nasional)
  2. KIR (Karya Ilmiah Remaja)
  3. Teater MEGA (Seni Peran)
  4. PMR Wira (PMR)
  5. Ambalan Ganesha - Tribuana Tunggadewi (Pramuka)
  6. Smabapala (Pecinta Alam)
  7. Rohis Ceria (Rohaniah Islam)
  8. EC (English Club)
  9. Privacy (Futsal)
  10. Basket
  11. Tenis Lapangan
  12. Bulutangkis
  13. Seni Vokal
  14. Seni Musik
  15. Seni Tari
  16. Karate
  17. Pencak Silat
  18. Smansabara Film School (perfilman)
  19. Juple (Jurnalistik)
  20. JC (Japanesse Club)
  21. Cilukba (Lukis)

PROFIL SMP NEGERI 5 BANJARNEGARA


SEKILAS INFO SMPN 5 BANJARNEGARA
SMP Negeri 5 Banjarnegara yang beralamat di Jl. Tentara Pelajar No. 04 Sokanandi Banjarnegara, sejak berdiri pada tahun 1989 telah mengalami banyak perkembangan dan kemajuan baik fisik maupun prestasi yang diraih dari tahun ke tahun. Baik prestasi tingkat kabupaten, tingat propinsi, bahkan tingkat Nasional.


Dengan visi RELIGIUS, TERDIDIK, TERAMPIL, DAN BERBUDAYA SMP Negeri 5 Banjarnegara memberikan pendidikan untuk mengembangkan nilai budi pekerti yang luhur, menggali potensi siswa untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memberi pelayanan kepada siswa untuk berprestasi, berkarya dan berkreatifitas mengembangkan bakatnya secara optimal.



Berangkat dari Visi di atas pada tahun 2004 SMP Negeri 5 Banjarnegara membuka kelas unggulan olahraga dengan mengkhususkan olahraga sepak bola, bola basket, bola Volley, sepak takraw, atletik, renang, senam lantai, dan karate..



Mengingat pesatnya perkembangan prestasi pada kelas unggulan olahraga, pada tahun 2006 membuka cabang olahraga Tae Kwon Do (cabang olahraga yang tidak dimiliki oleh sekolah lain). Alhasil, 5 tahun berturut-turut SMP N 5 Banjarnegara meraih prestasi sebagai juara umum POPDA dan Pekan Seni Tingkat Kabupaten Banjarnegara. Sungguh prestasi yang luar biasa.



Tidak hanya bidang olahraga, bidang seni maupun dibidang lain SMPN 5 Banjarnegara selalu tampil dan berprestasi di tingkat kabupaten. Agar prestasi lebih lengkap pada tahun pelajaran 2007 / 2008 SMP N 5 Banjarnegara akan dilaksanakan Club Matematika, Bahasa Inggris dan Club Olimpiade Sains untuk mempersiapkan siswa menghadapi lomba mata Pelajaran ygn dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan. Alhasil pada tahun 2007 lalu wakilnya mampu menduduki peringkat ke-2 pada lomba keteladanan siswa tingkat kabupaten. Selain itu juga, di lomba-lomba yang lain, khususnya di bidang akademik wakil-wakil SMP N 5 Banjarnegara hingga tahun ini (2009) mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain yang lebih diunggulkan.

Sejarah SMP Negeri 2 Banjarnegara


Pada tahun 1964 Banjarnegara hanya memiliki satu Sekolah Menengah Pertama, yaitu SMP Negeri Banjarnegara. Karena SMP Negeri Banjarnegara tidak dapat menampung tamatan SD Se-Kabupaten Banjarnegara pada saat itu, maka Bapak Soenardi selaku kepala sekolah SMP Negeri Banjarnegara mendirikan SMP Persiapan Negeri 2 Banjarnegara di selatan alun-alun kabupaten Banjarnegara meminjam lokasi lokal (SD Negeri 4 Krandegan). Mengingat letaknya yang berada di tepi jalan raya, masyarakat menyebutnya “SMP Jalan Raya” dengan Kepala Sekolah yang pertama adalah Bapak Oemar Singgih Adisoesanto (almarhum).


Jumlah siswa lulusan SD yang kian bertambah, SMP Persiapan Negeri 2 Banjarnegara menambah kapasitas tiga ruang kelas lagi. Letak ruang kelas tersebut berada di belakang KODIM, yaitu bekas kandang sapi perah milik seorang dermawan Tionghoa bernama Dra. Er Che Ong yang dirombak menjadi tiga ruang kelas. Karena itu, masyarakat sering menyebut SMP Persiapan Negeri 2 Banjarnegara dengan “SMP Kandang Sapi”.
        Namun, ternyata di tempat tersebut juga tidak dapat menampung para siswa yang lambat laun terus bertambah. Akhirnya, para pendiri mulai mencari lokasi lokal yang lebih mampu menampung kapasitas peserta didik yang terus bertambah. Lokasi tersebut diketahui berada di daerah Brayut. Pendiri bekerja sama dengan kepala Desa Brayut saat itu, yaitu Bapak Karno. Lokasinya terletak di gedung LSD dan 1 ruang kelas berada di rumah Carik, Bapak Mastarwo di Desa Brayut tersebut.
        Meskipun begitu, ternyata lokasi tersebut tetap saja tidak mencukupi untuk ditempati. Akhirnya, para pendiri mencari tanah di sekitar Sokanandi. Ternyata, tanah lungguh di kelurahan Sokanandi di sumbangkan untuk didirikan sekolah. Sampai sekarang, SMP Negeri 2 Banjarnegara terletak di desa Sokanandi.
     Pada tahun 1965, terjadi mutasi guru secara besar-besaran yang disebabkan oleh GESTAPU (G30SPKI). Karena kekurangan guru, Bapak Djuwahir Anom Wijaya diangkat menjadi guru SMP (pada saat itu beliau menjabat sebagai Kepala Sekolah di SD). Namun, pada tahun 1966 beliau menjadi guru SD kembali.
       Pada tahun 1974, Bapak  Oemar Singgih Adisoesanto(almarhum) pensiun dan digantikan jabatannya oleh Bapak Moedjamil. Pada saat itu beliau memegang jabatan sebagai Guru SMP Negeri Banjarnegara.
      Pada tahun1975, SMP Persiapan Negeri 2 Banjarnegara ditetapkan menjadi SMP Negeri 2 Banjarnegara. Agar bisa berjalan dengan baik, SMP Negeri 2 Banjarnegara berintegrasi dengan SMP Negeri 1 Banjarnegara. Dengan ketentuan sebagai berikut :
  1. SMP Negeri 2 Banjarnegara tidak membuka pendaftaran murid baru pada tahun ajaran 1975/1976.
  2. Pendaftaran murid baru seluruhnya ditangani oleh SMP Negeri 1 Banjarnegara.
  3. Siswa mantan SMP Persiapan Negeri 2 Banjarnegara yang masih berstatus swasta dicatat sebagai siswa negeri kelas II dan III. Mereka tamat belajar pada 1975 dan 1976.
  4. Pembagian siswa dilakukan dengan cara  : siswa yang bertempat tinggal di Jl. Veteran ke arah barat menjadi siswa SMP Negeri 1 Banjarnegara. Sedangkan siswa yang bertempat tinggal di Jl. Veteran ke arah timur menjadi siswa SMP Negeri 2 Banjarnegara.
Akibat perubahan status SMP Persiapan Negeri 2 Banjarnegara dari swasta ke negeri terjadilah mutasi secara besar-besaran. Berdasarkan ketentuan berikut :
  • Guru-guru yang berstatus guru SD yang tidak memenuhi syarat untuk menjadi guru SMP dikembalikan ke Instansi terkait.
  • Guru yang berstatus GTT dipertahankan, bagi yang memenuhi syarat (berijazah minimal PGSLP) diusulkan pengangkatannya sebagai PNS. Sedangkan yang tidak memenuhi syarat (tetapi memiliki ijazah SPG) diusulkan untuk diangkat sebagai PNS bertugas sebagai guru SD.
  • Bagi yang tidak memenuhi syarat menjadi guru diserahkan kepada Pemda untuk ditempatkan sebagai pegawai Pemda.
     Setelah berstatus negeri, kepada SMP Negeri 2 Banjarnegara dipromosikan Bapak Slamet Puspawasita (Guru senior dari SMP Negeri 1 Banjarnegara) sebagai Kepala Sekolah dan Bapak Moedjamil sebagai Wakil Kepala Sekolah.
       Selain itu, tentang hal kedisiplinan yang sudah menjadi ciri khas karakter SMP Negeri 2 saat ini pun, pada saat terdahulu pun para siswa telah dipertimbangkan secara matang sejak menjadi SMP Persiapan Negeri 2 Banjarnegara. Kedisiplinan digalakkan dengan tegas oleh Bapak Nur’aeni B.A dan Bapak Supalal.
      Sejak berstatus negeri pula, SMP 2 Banjarnegara memperoleh prestasi di bidang akademik dan non-akademik dengan prosentase tinggi. Disaat itulah SMP Negeri 2 Banjarnegara dan SMP Negeri 1 Banjarnegra mulai bersaing dalam perolehan prestasi.
Efek Blog